QUEEN MIRROR
QUEEN MIRROR
My name is FANA AYU ANDRIANA,they call me FANA........
FANA merasa ada hal yang aneh pada dirinya.
Hawa dingin seolah menusuk ke dalam tulang, apalagi ketika rintik hujan mengenai permukaan kulitnya. rambutnya yang panjang terlihat lepek karena terkena cipratan air hujan karena kondisi atap rumahnya yang tidak terlalu sempurna. ke2 tangannya sibuk menyisiri rambutny yang lurus itu sambil berkaca di cermin yang besar.
HENING
Suasana di rumah sunyi, keluargaku pergi ke luar city.
Tinggal aku sendirian di rumah, sebenarnya aku takut. tetapi aku terpaksa seperti ini, karena orang tuaku yang egois mementingkan pekerjaannya.
Aku terbiasa seperti ini sejak kecil, menenangkan diriku sendiri di rumah.sedangkan rumahkku di tengah hutan, yang bagiku sangat menakutkan. Ada rumah tetanggaku tapi lumayan jauh dari rumahku dan rumah itu pun sudah kosong.
Dahulu kala belum memiliki handphone, tetapi sekarang tidak lagi, aku sudah memilikinya. Alasannya karena orang tuaku yang sudah terpengaruh oleh suasana in the city tempat mereka kerja.
Sebenarnya, aku di ajak orang tuaku untuk pindah ke city, akan tetapi I don't want to, karena aku masih ingin merasakan suasana in my house.
Dan aku sekarang sudah tidak sendiri lagi, Aku mengajak teman-temanku menginap in my house sekaligus menemaniku di rumah ini, mereka temanku sejak kecil, tapi kita terpisah ketika kita kuliah dan sekarang kita bertemu lagi. They can be called my friends. mereka selalu ber3 denganku dan my name is Ningrum, dan Safa.
Mereka menerima keadaanku apa adanya. walaupun mereka sudah terbiasa hidup di kota. Aku sangat bersyukur memiliki teman seperti mereka. jika tidak ada mereka entah jadi apa diriku disini dan mungkin orang tuaku sudah melupakanku in that city.
SURPRISED
Berhubungan aku mempunyai tabungan yang cukup banyak dan mereka Teman-teman ku ingin membantu untuk merenofasi rumahku karena mereka ingin tinggal bersamaku di rumah ku yang nyaman ini. Akan tetapi tidak menghilangkan barang-barang yang sangat berharga bagi ku dan barang itu mengenang semenjak zaman nenek-nenekku dulu, maka cermin itu terlihat menakutkan bahkan sebenarnya aku pun takut dengan penampilan cermin itu. Akan tetapi itu bukan hal yang sepele untuk menyingkirkannya.
Mengikuti bergilirnya waktu, penduduk di desa ku semakin padat dan aku tidak paling terlihat lagi, dan renofasi rumahku pun selesai.
Akan tetapi rumahkulah yang paling terlihat serem dari yang lain karena rumahku yang paling tua disini.
Suatu ketika, aku sedang berkaca di depan cermin yang besar itu sambil menyisiri rambutku yang panjang dan lurus, cermin itu berada di kamar kosong yang tidak kita tempati, Tiba-tiba nampak bayangan lewat di depan cermin itu tadi Akupun terkejut sambil berteriak "Aaaa.....aaaa".
Ningrum dan Safa pun datang menghampiriku, Mereka pun bertanya
"Kenapa kamu tadi berteriak Fana? Ngaget-ngagetin aja! "
Aku pun menjawab dengan gugup
"Aaa...aaa.. aku tadi lihat bayangan lewat di depan cermin itu! "
Mereka pun tak percaya dengan perkataanku justru malah menugurku
" Alah cuman gitu doang, paling pikiran lo aja yang aneh-aneh Makanya jangan mengalamun jadi orang! " Tegur mereka
Akupun menyangkalnya
" Terserah kamu kalo nggak percaya, yang penting aku nggak boong! " Bentakku
" Ya in aja biar dia seneng " Sahut mereka
Mereka pun kembali ke kamar dan masih duduk di depan cermin itu sambil merinding-merinding sendiri, Akhirnya aku menyusul mereka ke kamar dan aku takut tidur masih membayang-bayangkan jejadian itu tadi.
THE FIGURE APPEARS
Beberapa jam kemudian Safa dan Ningrum pergi ke kota... tanpa kasih tau ke Fana, waktu berdua masih dalam perjalanan yang jauh lama Fana menelfon Safa...... tapi ia sengaja tidak mengangkatnya. Fana pun trus tetap menelfon ia berdua, tapi masih pun tidak di angkat.
Fana di rumah sendirian, ia duduk di depan cermin yang besar itu....
Lama kelamaan ia ngalamun di depan cermin yang besar itu, ia tidak sadar dengan dirinya sendiri, dan akhirnya ia menjadi ratu cermin.
Tidak lama kemudian Safa dan Ningrum pulang dari kota, waktu berdua itu sampai pintu, mau menuju ke kamar yang lama ia melihat sosok wanita yang berdiri di depan kaca yang besar. Safa pun berteriak memanggil Fana
"Fanaaa....... aku dah pulang " kata si Safa,
" Ning dimana yaa Fana kok gak ada"
" Nggak tau dari tadi aku cari juga gak ada "
tanya berdua itu tadi.....
Tidak sengaja Ningrum melihat ada sosok wanita di depan cermin yang ada di kamar kosong itu,, Tidak lama kemudian wanita itu pun berbalik arah badan..... ternya itulah Fana yang di kutuk menjadi RATU KACA
Haaaaaaa...... Tidakkkk apa itu ayoo pergiiiii Safa!!!!!! kata Ningrum
Ay...yy...oooo ayo Nng kita lariiiii
Ternya sosok wanita yang berdiri di depan kaca besar itu Fana sahabat ku sendiri yang dikutuk menjadi hantu cermin...
Dari itulah Safa dan Ningrum tidak mau kembali dirumah itu tadiii..

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1272376/original/059007200_1466668007-header_www.fanpop_com.jpg)

Comments
Post a Comment