هو لي وليس لك
dia milikku bukan milikmu
Aku bernama Alzeni Alexia, aku adalah anak dari ulama terkenal, abi ku bernama Muhanmmad Fisal Ardi sedangkan umi ku bernama Alexia Fatimah, aku adalah ning, ini cerita ku saat aku naik kelas 1 SMA aku di pondokan di pondokan lain yang jaraknya cukup jauh, bahkan jauh, letaknya di Jawa tengah sedangkan aku berada di jawa timur, kejadian yang membuat ku tertekan saat belum resmi lulus adalah ada yang bertamu kerumah ku dan ingin bertemu abi dan umi ku dengan tujuan melamar ku, abi dan umi ku sempat menolak karna usia ku masih sangat muda untuk menikah sekarang, tapi dia berjanji akan menikahi ku ketika aku sudah lulus SMA, kamu tau? dia adalah gus dari pondok besar di jawa tengah sebab itu aku di pondokan ke pondokan dia, penasaran dengan namanya? namanya adalah Muhammad Putra Sena namanya hampir sama dengan abi ku itu bukan hal yang kebetulan, orang tua ku dan dia berteman sangat dekat , ini agak gila tapi ini nyata dia berumur 20 tahun sedangkan aku berumur 15 tahun, di pondok dia aku sembunyikan status keluarga ndalem ku dari santri santri lain, bahkan status ku dengan Sena juga ku sembunyikan, aku sekolah di pondok dia tidak hanya mondok tapi aku sekolah seperti orang-orang umum, dan dia adalah guru SMA ku, ini tidak akan jadi cerita ''guruku suamiku'' karna dia menikahi ku saat aku udah lulus.
suatu hari.... aku di suruh membangunkan Sena yang saat itu tertidur di kantor
zeni:'' Sen..aistayqaz [bangun]''
aku membangunkannya tanpa menyentu, belum sah yaa.., owh ya nama abi nya adalah Abdullah Herman Permana, sedangkan uminya bernama Ariani Bariyyah
tidak butuh waktu lama dia terbangun
Sena:''kenapa?''
Zeni:''makan yuk pak''
Sena:''jangan manggil pak dong, mentang-mentang aku guru kamu"
Zeni:''terus apa?''
Sena:''eazizi[sayang] hahh''
zeni:''jangan!!kakak aja''
sena:''iya..,yaudah nanti aku nyusul''
aku keluar dari kantor, tanpa ku sadari ada salah satu santri melihat ku, namanya karluna Fitria, dia adalah salah satu orang yang suka sama Sena, aku tau itu dengar-dengar dari santri lain tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, sena nya udah sama aku .
Karluna:''eh..zen..kamu habis ngapain ke kantor?'' nanyanya super kepo
Zeni:''gak ngapa ngapain"
Karluna:"hayo... genit sama pak Sena yaa!"
Zeni:"enggak.., tadi nanya tugas"
Karluna:" kan bisa nanti siang, kenapa harus pagi"
Zeni:"yaa biarin lah"
Karluna :"hayo...!! lu mau ngerebut pak Sena''
keributan pun terjadi, hingga menciptakan suara bisik yang terdengar dari dalam kantor, pak Sena pun keluar menghampiri kami
Sena:"kalian ngapain sihh''
Karluna:''ini dia mau macam macam sama bapak''
Zeni:'' eh.. enggak yaa''
Karluna:" terus tadi ngapain keluarnya ngumpet ngumpet''
Sena:'' udah..tadi Zeni saya suruh ngerjain tugas matematika soalnya dia ketinggalan"
Zeni:"tuhh!!''
Karluna:" maaf pakk"
Karluna pergi tanpa meminta maaf kepada ku, Sena mendekati ku " lain kali gak usah ngumpet ngumpet'', akhirnya dia berjalan ke arah ndalem pondok, aku mengikuti dari belakang dengan jarak yang lumyan dekat.
di ndalem
Ariani:''duduk nduk''
Zeni:"zeni makan di pondok aja''
Ariani:''udah gak papa, kalo ditanya habis piket ndalem''
aku mimpi apa? aku makan bersama ulama besar dan juga tunangan ku...
selesai makan..
aku membersihkan meja makan namun tangan ku di tahan oleh umi Ariani ''kenapa bu'' ucapku dengan tangan gemetar '' panggilnya jangan ibu, umi aja'' menjawab ku ''yang bersihin Sena aja, perempuan adalah ratu
Comments
Post a Comment